5 Tanda Gejala Stroke Ringan yang Sering Diabaikan

tanda gejala stroke ringan

5 Tanda Gejala Stroke Ringan yang Sering Diabaikan | Pernahkah Anda mendengar stroke ringan yang juga disebut dengan istilah TIA (transient ischemic attack)? Stroke ringan sesuai dengan namanya tidak memberikan efek besar sebagaimana pada stroke secara umum. Hanya saja kehadiran stroke ringan akan berpotensi menjadi stroke yang bisa menurunkan kualitas hidup. Sebelum memutuskan mengabaikannya, maka kenali betul gejala dan pencegahannya di bawah ini. 

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Terapi Stroke

Pengertian Stroke Ringan 

Dilihat dari definisi atau pengertian memang antara stroke dengan stroke ringan sama, yakni kondisi dimana adanya penyumbatan aliran darah menuju ke otak. Bagian otak yang mengalami defisit suplai darah yang kaya nutrisi dan oksigen akan menyebabkan gangguan saraf. Kondisi ini kemudian memunculkan stroke dan stroke ringan. 

Lantas, apa bedanya antara stroke dengan stroke ringan ini? Jadi, perbedaan keduanya terletak pada kondisi fisik pasca serangan. Pada pasien stroke ringan biasanya hanya mengalami gangguan ringan yang bisa diterapi sendiri di rumah atau dengan bantuan fisioterapis. Biasanya terapi berlangsung lebih pendek dan bahkan bisa pulih kurang dari 24 jam tanpa menjalani terapi pemulihan. 

Sementara pada kondisi stroke berat biasanya pasca serangan pasien mengalami kendala untuk berjalan, bergerak, atau dengan kata lain nyaris lumpuh. Proses terapi wajib dengan dampingan fisioterapis yang biasanya berlangsung cukup lama, bisa bulanan bisa pula tahunan. 

Meskipun begitu ketika stroke ringan dialami bukan berarti aman untuk diabaikan, karena bisa menjadi tanda akan ada stroke berat. Resiko ini meningkat apabila pasca serangan pasien tidak melakukan pencegahan dan penanganan yang tepat. Sehingga baik stroke ringan maupun berat sama-sama memiliki efek membahayakan keselamatan. 

Gejala Stroke Ringan Secara Umum 

Secara umum tanda gejala stroke ringan ini mirip stroke berat, dan ketika dialami penting sekali untuk segera ditangani agar tidak berkembang. Berikut gejala yang dimaksudkan: 

1. Kesulitan Bicara

Gejala pertama dari stroke ringan yang mudah diamati adalah mengalami kesulitan dalam berbicara. Kondisi sulit bicara ini disebut dengan istilah disartria, dan terjadi karena otot di rahang dan juga mulut melemah akibat saraf yang terganggu. Kesulitan bicara ini bisa dalam bentuk ucapan lambat, ucapan tidak jelas, sulit dipahami, dan intonasi saat bicara menjadi tinggi. 

2. Penglihatan Menurun

Gejala stroke ringan berikutnya adalah penurunan kualitas penglihatan atau penglihatan terganggu. Biasanya berupa pandangan terlihat kabur yang disebabkan oleh gangguan di lobus oksipital. Lobus oksipital terletak di otak bagian belakang dan berperan penting dalam mengenali objek, sehingga mendukung kinerja indra penglihatan. 

Penyumbatan pembuluh darah bisa menghambat aliran darah ke otak bagian belakang tersebut. Efeknya penglihatan terganggu, bisa dalam bentuk pandangan kabur bisa juga pandangan menjadi ganda. 

3. Gangguan Keseimbangan

Stroke ringan juga bisa menyebabkan gangguan keseimbangan sehingga pasien akan kesulitan berdiri maupun berjalan. Gangguan ini terjadi ketika penyumbatan aliran darah terjadi di batang otak atau otak kecil. Suplai darah yang kurang di bagian ini bisa menyebabkan sensasi berputar. 

Sebab otak kecil adalah bagian otak yang memiliki kontrol terhadap keseimbangan tubuh. Sehingga gejala satu ini mirip dengan gejala pasien vertigo, selain pusing kepala berputar-putar. Juga bisa memunculkan sensasi mual dan juga muntah apabila tidak tertangani dengan baik.  

4. Mati Rasa atau Kesemutan

Tanda atau gejala stroke berikutnya adalah pasien bisa saja mengalami kelumpuhan parsial. Yakni kelumpuhan yang terjadi di bagian tubuh tertentu, ada juga yang menyebutnya sebagai kondisi lumpuh separuh. Kondisi ini ditunjukan dengan pasien yang kesulitan menggerakan tangan, kaki, maupun bagian tubuh lainnya. 

Pasien akan merasakan sensasi mati rasa atau kesemutan di bagian tubuh yang mengalami kelumpuhan. Hal ini terjadi karena adanya gangguan saraf yang terhubung ke otak, sehingga rangsangan atau impuls dari saraf lain tidak bisa diterjemahkan saraf yang terganggu. Efeknya keinginan menggerakan tangan sulit untuk dilakukan. 

5. Sakit Kepala atau Pusing Tanpa Sebab

Stroke ringan juga bisa menyebabkan pasien mengalami sakit kepala tanpa sebab yang jelas. Sensasi migrain akan dirasakan dan bisa disertai dengan sensasi mual ataupun muntah. Hanya saja untuk bisa membedakan antara migrain dengan sakit kepala akibat stroke ringan. 

Bisa dilihat dari proses munculnya rasa sakit, migrain cenderung datang perlahan yang semakin lama semakin sakit. Sementara gejala dari stroke biasanya sakit kepala datang tiba-tiba dan langsung terasa sangat sakit. Apabila terjadi dan diikuti pula mual, muntah, dan tanda gejala stroke ringan lain sebaiknya segera memeriksakan diri. 

Bagaimana Mencegah Stroke Ringan? 

Stroke ringan memiliki potensi untuk bekembang menjadi stoke berat, maka sangat penting untuk melakukan pencegahan. Adapun bentuk pencegahan yang bisa dilakukan adalah: 

  • Menurunkan dan Menstabilkan Tekanan Darah 

Menurunkan dan menstabilkan tekanan darah dapat menurunkan resiko mengalami serangan stroke berat maupun stroke ringan berikutnya. Maka ubah gaya hidup agar tekanan darah berada di angka 120/80 mmHg. 

  • Menurunkan Berat Badan

Berat badan berlebih atau obesitas meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami serangan stroke ringan. Sehingga penting untuk menurunkan berat badan agar berada di angka normal. Langkah ini menurunkan resiko stroke ringan dan stroke berat. 

  • Olahraga Teratur 

Olahraga membantu menstabilkan tekanan darah dan juga membantu program penurunan berat badan. Melakukan olahraga secara teratur menjadi bagian penting untuk mencegah serangan stroke berikutnya yang mungkin bisa lebih parah. 

  • Mengontrol Diabetes 

Pasien diabetes bisa mengalami penyumbatan pembuluh darah sehingga berakhir dengan stroke atau bahkan serangan jantung. Mencegah pasien mengalami stroke ringan dan berat sebaiknya mengontrol kadar gula darah dengan seksama. 

  • Berhenti Merokok 

Kebiasaan merokok membuat darah mengental dan terjadi penumpukan plak yang bisa menyumbat pembuluh darah. Keduanya meningkatkan tekanan darah yang kemudian memperbesar resiko stroke ringan dan berat. Oleh sebab itu menghentikan kebiasaan merokok adalah langkah yang perlu diambil. 

Stroke yang dialami biasanya berawal dari tekanan darah tinggi dan bisa pula dari penyakit lain, misalnya diabetes. Menjaga kesehatan dengan gaya hidup sehat pada dasarnya menjadi kunci mencegah stroke. Apabila tanda gejala stroke ringan sudah dialami maka mengubah gaya hidup menjadi langkah final untuk diambil. 

 

sumber: 

  • https://www.gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/penyakit/mengenal-gejala-stroke-ringan-yang-sering-diabaikan/
  • https://www.alodokter.com/gejala-stroke-ringan-dan-cara-pencegahannya
  • https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3025412/samakah-gejala-stroke-berat-dengan-stroke-ringan
  • https://www.honestdocs.id/stroke-ringan
  • https://www.halodoc.com/kesehatan/stroke
  • https://www.alodokter.com/mengenal-bagian-otak-dan-fungsinya-bagi-tubuh

PT. Autoimun Care Indonesia memberikan fasilitas konsultasi gratis untuk Anda yang memiliki keluhan penyakit, masalah mengenai Stroke, Penyebab Terjadinya Stroke, dan obat stroke herbal.

Yuk cek kondisi kalian ke Konsultan Kesehatan kami!

Gratis Konsultasi Seumur Hidup!
WA 0822 1122 6676
Klik tombol dibawah ini untuk memulai Chat!

Related Posts

Leave a comment