Fatty Liver: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan yang Perlu Anda Tahu

kanker hati

Berbicara tentang penyakit hati, beberapa jenis penyakit yang umum terjadi adalah hepatitis, liver, atau kanker hati. Ternyata tak hanya itu saja, ada jenis penyakit hati lainnya yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya. Penyakit tersebut adalah fatty liver atau jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti perlemakan hati. Dalam bahasa medis, fatty liver disebut dengan istilah hepatic steatosis

Penyakit ini tidak boleh diremehkan karena mengganggu fungsi hati berjalan dengan semestinya. Organ hati sendiri berperan penting dalam memproses makanan serta minuman yang masuk ke tubuh dan melakukan filter terhadap zat yang membahayakan dari dalam darah. Jika tidak segera diatasi akibatnya bisa fatal dan semakin memperparah kerusakan hati. Yuk, ketahui penyebab, gejala, dan pengobatan terhadap fatty liver berikut ini.

Bagaimana Seseorang Bisa Terkena Fatty Liver?

fatty liver
Sumber: freepik

Fatty liver adalah gangguan kesehatan pada hati yang ditandai dengan meningkatnya produksi lemak yang kemudian tertimbun dalam jaringan hati. Seseorang dikatakan mengalami fatty liver apabila berat organ hati membesar 5 hingga 10% dari berat normal yang seharusnya. Tentunya hal tersebut bisa terdeteksi saat dilakukan pemeriksaan fisik serta berbagai tes pada si pasien. Umumnya penyakit ini rentan dialami oleh orang dengan rentan usia 40 hingga 60. Penyebab dari hepatic steatosis saat ini dikategorikan menjadi empat, berikut ulasannya:

  • Konsumsi Alkohol Berlebih

Alasan yang paling banyak menjadi penyebab seseorang mengalami perlemakan hati adalah konsumsi alkohol yang berlebihan. Pada peminum berat, organ hatinya tidak mampu memecah alkohol sehingga terjadi penimbunan lemak di jaringan hati.

  • Faktor Genetik

Beberapa pasien yang mengalami fatty liver tidak selalu karena terlalu banyak minum alkohol. Bahkan para ahli pun belum bisa menentukan penyebab terjadinya perlemakan hati pada pasien non alkohol. Namun para dokter meyakini bahwa hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh faktor genetik.

  • Kondisi Hamil

Perlemakan hati juga bisa dialami oleh ibu yang sedang hamil. Biasanya, hal ini akan muncul pada usia kandungan tua atau memasuki trimester ketiga. Hal ini merupakan komplikasi yang cukup serius bagi ibu hamil. Beberapa gejala yang ditimbulkan seperti mual dan muntah secara terus-terusan, nyeri perut bagian atas, kelelahan, dan kulit terlihat kuning.

  • Faktor Lain-lain

Selain tiga sebab diatas, ada beberapa hal yang menjadi pemicu seseorang bisa terkena penyakit fatty liver. Penyebabnya seperti kelebihan berat badan, resisten akan insulin, malnutrisi, kolesterol tinggi, terkena zat racun, hiperglikemia, diabetes tipe 2, hipertensi, hepatitis C, serta efek samping obat-obatan tertentu. 

Apa Tanda-tanda Seseorang Mengidap Fatty Liver?

fatty liver
Sumber: freepik

Diagnosa yang pasti mengenai perlemakan hati memang lebih akurat apabila melalui berbagai serangkaian tes oleh dokter. Namun, fatty liver biasanya menimbulkan beberapa gejala terutama jika sudah terjadi peradangan di dalam organ hati. Beberapa sinyal yang menandai seseorang mengalami perlemakan hati adalah tubuh mudah lelah dan terasa lemah, suka bingung, kehilangan nafsu makan, serta berat badan tiba-tiba menurun. 

Apabila kondisi hati menjadi lebih buruk hingga menyebabkan sirosis, maka gejala yang muncul akan disertai dengan kulit dan mata yang terlihat kuning, mudah berdarah, mudah bingung, pembuluh darah membesar, asites, dan juga ginekomastia.

Pengobatan Fatty Liver

fatty liver
Sumber: freepik

Sebelum menjalani pengobatan terhadap perlemakan hati, dokter terlebih dahulu akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memvalidasi kondisi pasien. Diagnosis biasanya dimulai dengan melakukan pemeriksaan fisik seperti mencatat berbagai keluhan dan gejala yang dirasakan dan menimbang berat badan. Selanjutnya dokter juga akan mengarahkan pasien untuk melakukan serangkaian tes seperti tes darah, USG, CT scan, MRI, hingga biopsi hati. Upaya tersebut dilakukan guna mendapatkan keterangan kondisi pasien dan penyebab yang lebih akurat. 

Setelah diketahui penyebab dan kondisi terkini pasien, dokter kemudian akan memberikan saran untuk memperbaiki pola hidup Anda. Hal-hal yang perlu Anda lakukan adalah berhenti minum alkohol, menurunkan bobot tubuh, mengontrol kadar gula, menurunkan kolesterol, dan melakukan aktivitas fisik secara teratur. 

Selain itu, pasien dihimbau untuk memperhatikan pola makan seperti hanya mengonsumsi makanan gizi seimbang, mengganti daging merah dengan ayam atau ikan, tidak meminum minuman kemasan dan minuman dengan kadar gula tinggi. Selain itu Anda juga wajib membatasi makanan yang mengandung banyak kalori seperti nasi, jagung, roti, dan kentang.

Baca juga : 6 Tips Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Penyakit Enggan Datang

Agar perlemakan hati bisa segera disembuhkan, Anda bisa mengimbanginya dengan konsumsi suplemen herbal seperti Morice Care. Morice Care menjadi salah satu suplemen penguat sistem imun yang terbuat dari bahan-bahan alami, yaitu ekstrak daun kelor dan tanaman sarang semut. Sehingga aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang. Morice Care juga membantu mempercepat penyembuhan penyakit akut serta membantu tubuh untuk meregenerasi sel rusak akibat penyakit kronis. Dapatkan produknya di sini dan rasakan khasiat Morice Care untuk kesehatan Anda.

Related Posts

Leave a comment