7 Cara Mencegah Pembengkakan Liver

pembengkakan liver

7 Cara Mencegah Pembengkakan Liver | Apabila memiliki penyakit hati atau liver baik hepatitis, sirosis, maupun yang lainnya usahakan untuk disiplin berobat. Sehingga bisa mencegah terjadinya pembengkakan liver maupun gagal hati. Berbicara mengenai pembengkakan di organ liver, ternyata kondisi ini bukanlah sebuah penyakit sendiri di hati melainkan sebuah gejala dari penyakit tertentu di tubuh. Lebih detailnya bisa membaca penjelasan berikut. 

Baca juga: Kumpulan Makanan Untuk Penderita Liver Ini Layak Dicoba

Apa yang Dimaksud Pembengkakan Liver?

Beberapa orang menyebut pembengkakan hati sebagai penyakit, namun pada dasarnya sebutan ini kurang tepat. Perlu diketahui bahwa pembengkakan pada hati yang secara medis disebut dengan istilah hepatomegali ini bukanlah penyakit tersendiri. Kondisi pembengkakan dapat terjadi mengikuti penyakit lain yang diderita. 

Sehingga apabila organ hati mengalami pembengkakan, ada kemungkinan Anda menderita salah satu dari penyakit berikut: 

  • Penyakit hati (seperti hepatitis A, hepatitis B, sirosis, kanker hati, dan lain sebagainya). 
  • Penyakit kanker, misalnya kanker darah atau leukimia. 
  • Memiliki kelainan pada jantung maupun pada pembuluh darah. 
  • Mengalami keracunan, bisa keracunan makanan sehingga mengganggu fungsi organ hati. 

Jadi bisa disimpulkan bahwa kondisi pembengkakan liver atau hati ini dapat terjadi ketika tubuh menderita suatu penyakit. Penyakit ini kemudian mempengaruhi organ hati yang kemudian mengalami pembengkakan. Ketika terjadi maka fungsi dari organ hati ini akan ikut terganggu yang kemudian memunculkan beberapa gejala, umumnya seperti: 

  • Mengalami penyakit kuning, yaitu perubahan warna pada kulit dan mata yang menjadi kekuningan. 
  • Mengalami nyeri otot. 
  • Mengalami kelelahan berlebihan. 
  • Merasa gatal. 
  • Gangguan di pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut, dan muncul benjolan di perut. 
  • Nafsu makan menurun sehingga berat badan cenderung turun secara drastis. 
  • Bengkak di kaki dan tungkai. 
  • Perut membesar. 

Apabila merasakan gejala tersebut dan memang sebelumnya memiliki riwayat dengan penyakit tertentu. Ada baiknya segera memeriksakan organ liver, selain itu Anda dianjurkan segera ke UGD di rumah sakit terdekat apabila mengalami kondisi berikut: 

  • Mengalami sakit perut yang parah. 
  • Penyakit kuning disertai demam. 
  • Muntah darah atau muntah seperti bubuk kopi (berwarna gelap kehitaman). 
  • Mengalami sesak nafas atau kesulitan untuk bernafas. 
  • Tinja atau feses berwarna gelap cenderung hitam atau berwarna merah terang. 
  •  Ukuran perut semakin membesar. 

Pemeriksaan oleh dokter akan dilakukan lebih detail untuk memastikan ada masalah di organ hati atau tidak. Dokter di pemeriksaan tahap awal akan menekan bagian bawah perut dan di sekitar tulang iga dengan jari. Pemeriksaan fisik ini bisa membantu mengetahui seberapa besar pembengkakan di organ hati sebab secara normal organ hati tidak bisa diraba. 

Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan penunjang seperti USG, CT Scan, dan mungkin juga dilakukan MRI. Pemeriksaan ini akan membantu dokter mengetahui kondisi organ hati secara lebih detail dan spesifik. Sedangkan untuk metode penanganan atau pengobatan, biasanya antara satu pasien dengan pasien lainnya akan berbeda. 

Yakni menyesuaikan dengan tingkat keparahan dari pembengkakan hati yang dialami. Umumnya pasien selain perlu disiplin mengikuti pengobatan dari dokter dianjurkan juga untuk memperbaiki gaya hidup. Semakin sehat gaya hidup pasien maka semakin mudah untuk sembuh. 

Cara Mencegah Pembengkakan Liver 

Meminimalkan resiko terjadinya pembengkakan liver, maka Anda bisa melakukan beberapa pencegahan berikut ini:

1. Mengurangi Asupan Gula 

Mengurangi asupan gula bisa membantu mencegah pembengkakan di organ hati. Sebab sisa metabolisme gula yang dicerna tubuh akan disimpan di organ hati, ketika asupan gula berlebihan maka gula di hati pun akan menumpuk. Kondisi ini jika berlangsung cukup lama dapat merusak fungsi hati, membentuk penyakit perlemakan hati. 

Perlemakan hati yang tidak tertangani dengan tepat bisa menyebabkan pembengkakan. Sehingga bisa menyebabkan kondisi yang lebih parah dan membutuhkan pertolongan medis secepatnya. Menghindarinya, Anda bisa mengatur asupan gula dan menghindari makanan dan minuman manis seperti aneka kue dan soft drink

2. Mengurangi Berat Badan yang Berlebih

Kelebihan berat badan berpotensi mengganggu kinerja organ hati, sebab bisa memicu perlemakan di hati. Yakni kondisi ketika kadar lemak yang tersimpan di hati lebih dari 5% berat organ hati itu sendiri. Sehingga perlemakan hati dapat terjadi yang kemudian bisa menyebabkan pembengkakan hati. 

Sebaiknya memperhatikan berat badan agar tidak berlebihan atau mengalami obesitas. Bisa dimulai dengan memperbaiki pola makan dan rutin olahraga, yakni dengan menghindari makanan tinggi lemak namun rendah nutrisi. Seperti pada makanan cepat saji atau junk food, apabila diterapkan jangka panjang maka berat badan akan berangsur-angsur turun di angka normal. 

3. Menerapkan Pola Makan Sehat 

Pola makan tidak sehat seperti yang mengandung lemak tinggi dan racun akan memperberat kerja hati. Apabila berlangsung dalam kurun waktu yang lama maka penyakit hati tidak dapat dihindari. Resiko mengalami pembengkakan hati akan meningkat. 

Apabila selama ini sering sembarangan dalam bersantap, silahkan melakukan perbaikan. Mulailah dengan menyantap makanan tinggi nutrisi dan akan lebih baik jika dimasak sendiri agar lebih terkontrol, baik dari kualitas bahan sampai bumbu yang digunakan. Sehingga lebih ramah untuk organ hati. 

4. Melakukan Vaksin Hepatitis 

Hepatitis diketahui juga bisa menyebabkan kondisi pembengkakan hati, maka bisa melakukan vaksinasi untuk pencegahan dini. Seperti vaksinasi hepatitis B yang berisi virus hepatitis B yang dilemahkan untuk merangsang tubuh membentuk antibodi. Vaksinasi yang dilakukan bisa memberi perlindungan pasien dari hepatitis selama 20 tahun, atau bahkan lebih. 

Vaksinasi ini tidak hanya membantu melindungi seseorang dari hepatitis saja melainkan juga penyakit hati lainnya. Misalnya bisa mencegah sirosis hati yang bisa bermula dari hepatitis, dan juga mencegah pembengkakan di hati. Jadi, sudahkah Anda melakukan vaksinasi hepatitis? Jika belum, sebaiknya segera dilakukan. 

5. Menghindari Alkohol 

Penyakit hati bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan, yakni fatty liver alcoholic atau perlemakan hati alkoholik. Konsumsi alkohol secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Sehingga bisa dikatakan bahwa alkohol bisa menyebabkan pembengkakan liver. 

Maka untuk mencegah terjadinya pembengkakan tersebut sebaiknya menghindari alkohol. Konsumsi alkohol pada dasarnya boleh dilakukan namun dalam jumlah terbatas. Apabila terlalu berlebihan berpotensi merusak hati dan mengundang lebih banyak penyakit, maka perlu dihindari sejak dini. 

6. Membatasi Kontak dengan Bahan Kimia 

Pembengkakan hati juga bisa disebabkan oleh keracunan bahan kimia, sebab paparan bahan kimia berbahaya bisa merusak fungsi organ hati. Umumnya akan menyebabkan peradangan pada liver yang bisa disusul pembengkakan. Mencegah resiko ini Anda bisa  menghindari paparan bahan kimia. 

Lalu, bagaimana jika tuntutan pekerjaan memaksa tubuh terpapar nyaris setiap hari? Maka penting untuk mengikuti SOP atau protokol keamanan kerja, misalnya mengikuti aturan memakai sepatu anti air, masker, dan lain sebagainya. Kepatuhan terhadap standar operasional prosedur akan membantu meminimalkan paparan bahan kimia ke tubuh, sehingga menurunkan resiko pembengkakan hati. 

7. Tidak Sembarangan Minum Obat Maupun Suplemen 

Mengkonsumsi obat dan juga suplemen makanan memang bisa menunjang kesehatan tubuh. Namun dengan catatan dosisnya tepat sesuai aturan pakainya. Bagaimana jika berlebihan? Maka ada kemungkinan akan mengalami sejumlah efek samping, salah satunya kerusakan pada organ hati. 

Obat pada dasarnya merupakan racun, ketika dosisnya tepat maka bisa menjadi obat penawar. Namun jika sebaliknya maka bisa berpotensi menjadi pembunuh. Keracunan dari kandungan obat yang dikonsumsi berlebihan bisa merusak hati dan dikenal dengan istilah hepatotoksik yang bisa menyebabkan pembengkakan hati. Jadi biasakan untuk minum obat jika diperlukan, dan selalu patuhi aturan konsumsinya. 

Pembengkakan hati memang suatu kondisi yang bisa meningkatkan keluhan dari penyakit hati yang dialami sebelumnya. Menghindarinya, bisa dengan melakukan perawatan atau pengobatan sesuai anjuran dokter. Sehingga kesehatan organ hati ini membaik, sekaligus penting sekali untuk mencegah penyakit hati sejak dini. Sehingga turut mencegah pembengkakan liver atau hati. 

sumber: 

  • https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/hati-hati-penyakit-pembengkakan-hati
  • https://www.halodoc.com/artikel/penyakit-pembengkakan-hati-dapat-terjadi-di-usia-muda
  • https://www.sehatq.com/artikel/waspadai-pembengkakan-hati-yang-ternyata-jadi-gejala-penyakit-berbahaya
  • https://www.honestdocs.id/pembengkakan-hati
  • https://www.beritasatu.com/beritasatu/kesehatan/315908/peran-hati-dalam-diabetes-melitus-tipe-2
  • https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2698193/manfaat-gula-bagi-organ-hati
  • https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2697737/kelebihan-berat-badan-dan-dampaknya-pada-hati
  • http://www.rscarolus.or.id/article/vaksin-hepatitis-b
  • https://www.alodokter.com/penyakit-hati-terkait-alkohol#:~:text=Penyakit%20hati%20terkait%20alkohol%20adalah,merupakan%20tahap%20akhir%20penyakit%20hati.
  • https://trainingcenter.events/blog/7-cara-tetap-aman-bekerja-di-industri-bahan-kimia
  • https://www.alodokter.com/risiko-mengonsumsi-obat-bebas

 

PT. Autoimun Care Indonesia memberikan fasilitas konsultasi gratis untuk Anda yang memiliki keluhan Penyakit Liver dan masalah mengenai obat herbal liver

Yuk cek kondisi kalian ke Konsultan Kesehatan kami!

Gratis Konsultasi Seumur Hidup!
WA 0822 1122 6676
Klik tombol dibawah ini untuk memulai Chat!

Related Posts

Leave a comment