6 Tips Mengatasi Haus Pasien Cuci Darah

fakta cuci darah

6 Tips Mengatasi Haus Pasien Cuci Darah – Memahami cara mengatasi haus pasien cuci darah menjadi hal penting yang perlu diketahui penderita penyakit ginjal. Pada penderita penyakit ginjal yang sudah dianjurkan menjalani dialisis atau cuci darah. Umumnya akan merasa efek samping mudah haus, yang tentu perlu ditangani dengan tepat. Sebab saat organ ginjal bermasalah proses pengolahan cairan tubuh tersendat.

Baca juga : CONTOH PENYAKIT GINJAL DAN CARA MENGATASI

 

Efek Minum Berlebihan Pada Pasien Cuci Darah 

Rasa haus yang menjadi efek samping dialisis merangsang keinginan untuk minum lebih banyak. Tentunya akan berakibat fatal jika keinginan ini diikuti oleh penderita tersebut. Nantinya akan menyebabkan kadar cairan tubuh menjadi berlebihan. Kebanyakan penderita akan mengalami penumpukan cairan sampai ke paru-paru. Akibatnya muncul reaksi batuk dan mengeluarkan darah.

Kebanyakan pasien gagal ginjal yang rutin menjalani dialisis ketika terlalu banyak minum air juga mengalami bengkak. Bengkak ini akan terjadi pada beberapa bagian tubuh yang tentunya membatasi aktifitas yang ingin dijalankan. Masuknya cairan berlebih di dalam tubuh ke organ paru-paru juga membuat nafas menjadi sesak.

Banyak penderita gagal ginjal susah tidur di malam hari karena sesak nafas. Sensasi pusing juga bisa dialami pasien cuci darah ketika minum berlebihan. Sehingga penting sekali untuk mengatur porsi minum dengan baik. Tujuannya untuk menghindari adanya kelebihan cairan di dalam tubuh. Sebab ketika ginjal bermasalah kemampuannya untuk membuang cairan berlebih berkurang drastis.

Sebenarnya mengatur pola minum tidak hanya berlaku bagi pasien yang menjalani cuci darah saja. Akan tetapi juga bagi siapa saja yang sudah divonis dokter mengalami penyakit ginjal. Meskipun asupan cairan sangat penting untuk metabolisme tubuh. Namun pada saat ginjal bermasalah maka tubuh rentan mengalami kelebihan cairan. Beragam komplikasi seperti yang disebutkan di atas menjadi rawan terjadi.

 

Cara Mengatasi Haus Berlebihan Pada Pasien Cuci Darah

Meskipun dianjurkan untuk membatasi asupan cairan bukan berarti tidak boleh minum sama sekali. Terdapat sejumlah kiat mengatasi haus pasien cuci darah yang terbilang aman dan nyaman. Sehingga dengan pola minum yang tepat, penderita bisa mengurangi rasa haus tanpa perlu mengalami komplikasi apapun.

Berikut merupakan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengelola asupan cairan agar rasa haus yang dialami tidak berlebihan:

Mengatur Takaran Minum 

Meski ginjal bermasalah dan kehilangan kemampuannya menjaga kestabilan cairan di dalam tubuh. Bukan berarti dilarang untuk minum sama sekali, sebab normalnya manusia memang merasa haus ketika lama tidak minum.

Solusi terbaik dan teraman adalah mengatur takaran minum harian. Tetaplah minum namun disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, detailnya bisa ditanyakan kepada dokter yang menangani Anda. Umumnya dokter akan menghitung kebutuhan cairan tubuh dilihat dari berat kering pasien. Sehingga masing-masing pasien cuci darah praktis membutuhkan jumlah asupan cairan yang berbeda.

Jika dalam sehari idealnya minum air sebanyak 1 liter, maka minum sedikit namun sering. Misalnya per dua jam sekali namun dengan takaran satu gelas kecil. Langkah ini membantu mengatasi rasa haus tanpa harus minum air berlebihan.

 

Atur Asupan Buah dan Sayuran 

Pasien gagal ginjal akan memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda, selain berbeda dari jumlah asupan air. Juga berbeda dari kebutuhan diet artinya pola makan yang diterapkan berbeda satu sama lain. Asupan cairan tidak hanya didapat dari minum air akan tetapi juga dari buah dan sayuran.

Bicarakan dengan dokter untuk mengetahui porsi buah dan sayuran yang aman untuk dikonsumsi. Sehingga mencegah tubuh kelebihan cairan namun bisa tetap menyerap vitamin, mineral, sekaligus cairan dari buah dan sayuran tersebut.

Buah dan sayuran yang dikonsumsi dalam jumlah tepat efektif mengatasi haus pasien cuci darah. Sehingga sangat tepat untuk dicoba, rasa haus yang dirasakan akan lebih mudah reda jika mendinginkan buah tersebut. Mengulum buah dingin atau beku bisa membantu mengatasi rasa haus berlebih tanpa perlu memberi asupan cairan terlalu banyak ke tubuh.

 

Menyikat Gigi dan Berkumur 

Membantu meredakan rasa haus pasca cuci darah atau sehari sebelum cuci darah rutin dilakukan. Juga bisa dengan berkumur memakai air biasa maupun air dingin, namun pastikan tidak ditelan melainkan dikeluarkan. Berkumur membantu menjaga mulut tetap basah meski tidak memasukan air ke dalam tubuh sehingga menjadi pilihan aman.

Opsional lainnya adalah dengan menyikat gigi, karena juga identik dengan kegiatan berkumur. Berkumur sesering yang dibutuhkan sehingga bisa mengusir sejenak rasa haus yang dirasakan. Meskipun tidak minum secara langsung.

 

Minum dan Makan Makanan yang Sudah Didinginkan

Seperti yang sudah disinggung di awal jika mengulum buah dingin bisa menjadi solusi mengusir haus yang dirasakan penderita gagal ginjal. Tidak hanya buah namun juga makanan jenis lain yang sekiranya aman untuk kesehatan ginjal. Ketika makanan dan minuman ini dingin maka sensasi menyejukan yang diberikan lebih baik.

Rasa haus akan memerlukan waktu lebih lama sebelum datang kembali. Sehingga dapat membantu pasien cuci darah mengontrol asupan minum. Sebab asalkan menjaga mulut tetap basah dan tidak kering berlebihan. Maka keinginan untuk minum menjadi lebih terkontrol.

 

Berusaha Selalu Berada di Tempat Sejuk 

Berdiam di tempat yang terik bisa memicu rasa haus dan tentu berbahaya untuk penderita ginjal, terutama yang rutin cuci darah. Usahakan untuk tetap berada di tempat yang sejuk, supaya rasa haus tidak terlalu sering datang. Bisa memilih tempat atau hunian yang dekat dengan pohon atau tanaman hijau, bisa pula menyalakan AC.

Penderita gagal ginjal juga dianjurkan tetap aktif bergerak namun usahakan tidak berlebihan. Sehingga bisa mengurangi sensasi haus yang mungkin muncul secara berlebihan. Apalagi penderita gagal ginjal juga dianjurkan untuk menikmati olahraga ringan, seperti jalan kaki.

 

Hindari Makanan Asin dan Pedas

Memilih makanan dengan tepat juga membantu mencegah sensasi haus berlebihan muncul. Salah satunya dengan menghindari makanan asin dan pedas. Kedua jenis makanan ini efektif merangsang keinginan tubuh untuk minum. Jadi untuk mengatasi haus pasien cuci darah sudah tentu perlu menghindarinya.

Konsumsi makanan manis pun sebaiknya dibatasi, sebab tidak baik untuk kesehatan. Apalagi organ ginjal sudah mengalami masalah sehingga rutin cuci darah. Makanan manis juga bisa memberi efek haus, padahal pengaturan minum perlu dilakukan dengan ketat. Meski harus menjalani cuci darah secara teratur, pasien tetap bisa hidup dengan normal. Bahkan masih bisa menjalani aktifitas yang diinginkan dan diperlukan termasuk bekerja di kantor. Intinya adalah dengan menjaga gaya hidup tetap sehat dan teliti. Ada banyak pantangan untuk pasien yang rutin melakukan cuci darah dan bukan hanya sebatas pada makanan. 

 

PT. Autoimun Care Indonesia memberikan fasilitas konsultasi gratis untuk Anda yang memiliki keluhan Penyakit Ginjal dan masalah mengenai penyakit lainnya.

Yuk cek kondisi kalian ke Konsultan Kesehatan kami!

Gratis Konsultasi Seumur Hidup!
WA 0822 1122 6676
Klik tombol dibawah ini untuk memulai Chat!

 

Related Posts

Leave a comment