Menu Makan Yang Di Anjuran Untuk Gagal Ginjal Kronis

Menu-Makan-Yang-Di-Anjuran-Untuk-Gagal-Ginjal-Kronis

Menu Makan Yang Di Anjuran Untuk Gagal Ginjal Kronis – Penyakit ginjal kronis (CKD) adalah hilangnya sebagian besar fungsi ginjal yang terjadi secara perlahan dan akan semakin memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Prosesnya kadang terjadi dalam hitungan bulan atau bahkan tahunan. Banyak dari penderita yang menghiraukan beberapa makanan anjuran yang sejatinya bisa membantu penyembuhan penyakit ini. Untuk itu perlunya penderita memperhatikan lebih jauh mengenai beberapa makanan yang baik untuk penderita ginjal. 

Baca juga : KONDISI GINJAL PENDERITA PENYAKIT GINJAL

 

Sedangkan untuk menu dari diet para penderita gagal ginjal kronik adalah sebagai berikut:

 

Sumber Karbohidrat

Pola asupan karbohidrat bagi penderita gagal ginjal harus tetap tercukupi agar tidak terjadi malnutrisi. Malnutrisi adalah sebuah komplikasi umum yang potensial pada kasus gagal ginjal yang biasanya terjadi karena gangguan nafsu dan adanya pembatasan protein pada para pasien. Anjuran dari kebutuhan karbohidrat yang di perlukan para pasien gagal ginjal adalah 35 kkal per kg berat badan per harinya, ini adalah anjuran dari National Kidney Foundation.  

Sedangkan menu dari karbohidrat yang di anjurkan adalah karbohidrat sederhana seperti: selai, agar-agar, jelly, permen, gula dan madu untuk menambah asupan energi atau berupa suplemen. Sedangkan mengkonsumsi beberapa jenis karbohidrat kompleks sebaiknya di batasi, seperti mengkonsumsi: jangung, nasi, ubi, talas, havermout, pasta atau macaroni dan kentang.

 

Sumber Vitamin dan Mineral

Bebarapa vitamin akan mengalami sebuah proses perubahan dari metabolisme yang akan di hubungkan dengan perjalanan penyakit ginjal itu sendiri. Hal ini juga akan berhubungan dengan proses dari dialisis yang telah di lakukan dan juga berkaitan dengan berkurangnya asupan dari makanan yang di kurangi. Seperti halnya kebutuhan akan vitamin B6 pastinya meningkat pada pasien yang mengalami anemia serta terapi erythropoietin.  

Kecendrungan dari pasien gagal ginjal yang mengalami hiperhomosisteinemia juga akan mempengaruhi peningkatan kebutuhan akan asam folat. Sedangkan kebutuhan mineral pada pasien gagal ginjal, harus di perhatikan pembatasannya. Seperti halnya pembatasan pada asupan fosfor, kalium dan natrium. Sedangkan asupan mineral yang sebaiknya di tingkatkan adalah asupan dari zinc, selenium dan zat besi. 

 

Sumber Protein

Ini merupakan sumber nutrisi yang patut di perhatikan pada penderita gagal ginjal. Diperlukan sebuah ketepatan dan pengaturan yang stabil dalam pemberian asupan protein bagi penderita gagal ginjal. Akan banyak timbul beberapa dampak negatif seperti edema atau gejala penumpukan cairan, kompilasi dari uremia, dan adanya pemburukan status dari gagal ginjal para pasien jika kebutuhan dari protein mengalami kelebihan dari ketetapan umum yang dia anjurkan.  

Sedangkan para pasien akan mengalami dehidrasi, malnutrisi atau kekurangan protein dan akan memperburuk status dari keparahan gagal ginjalnya jika pemberian nutrisi protein terlalu sedikit atau di bawah standar zat asupan yang di tetapkan. Para pasien gagal ginjal tetap pada tahapan predialisis adalah prinsip utama dari diet kebutuhan protein. Agar progresivitas dari penyakit terhambat maka mengurangi dan membatasi asupan protein sangatlah di anjurkan. 

Sedangkan pada pasien gagal ginjal yang telah pernah melakukan terapi dialisis baik itu dialisis peritoneal atau hemodialisis asupan dari protein justru di wajibkan agar di tambah agar bisa mengimbangi jumlah dari kehilangan protein yang terjadi di saat proses terapi dialisis. Pemilihan jenis protein yang di berikan pada penderita gagal ginjal adalah sebuah keharusan, karena para penderita gagal ginjal harus di berikan asupan protein yang memiliki kandungan asam amino nonesensial, sesensial dan bernilai biologis yang tinggi.  

Berikut beberapa jenis protein yang berasal dari hewan yang sebaiknya di batasi konsumsinya: telur, keju, udang, hati, daging kambing, ikan dan ayam. Sedangkan untuk protein yang berasal dari tumbuhan atau nabati yang sebaiknya di batasi adalah: kedelai, kacang hijau, tahu, tempe, kacang tanah, oncom dan kacang tolo. 

 

Sumber Lemak

Sedangkan untuk sumber lemak pada menu makanan penderita gagal ginjal tetap disamakan dengan orang normal yaitu sebanyak 30% dari keseluruhan total kebutuhan dari kalori harian. Asupan lemak yang dianjurkan telah di atur hingga kadar kolesterol total yang di miliki pasien tidak kurang dari jumlah 150 mg/dL, karena kekurangan dari kadar kolesterol tersebut akan berkaitan dengan perburukan status gagal ginjal.  

Berikut jenis lemak yang di anjurkan untuk di konsumsi para penderita gagal ginjal adalah: minyak kedelai, minyak kelapa, margarin yang rendah garam, minyak jagung dan minyak kacang tanah. Sedangkan lemak yang sebaiknya di kurangi atau di batasi adalah: lemak hewan, mentega, dantan kental dan minyak kelapa sawit. 

 

Cairan

Sedangkan untuk kebutuhan cairan atau air, maka penderita gagal ginjal harus tetap di perhatikan agar tidak lagi membuat fungsi kerja jantung tidak makin berat. karena ada juga beberapa jenis minuman pembersih ginjal yang tentunya baik untuk kesehatan ginjal. Kebutuhan air boleh diberikan hingga 3000 mL per harinya jika untuk kebutuhan cairan penderita predialisis. Sedangkan untuk pasien yang mengalami proses dialisis, yang biasanya telah mengalami gagal ginjal yang telah berat, maka anjuran asupan air hanya 1500 mL per harinya. 

 

Sayuran dan Buah-buahan

Ada beberapa jenis sayur dan buah – buahan yang baik dan dianjurkan bagi menu makanan penderita gagal ginjal. Namun ada juga yang sebaiknya tetap di batasi konsumsinya. Buah – buahan yang dianjurkan adalah semua jenis buah hanya saja ada pengecualian terhadap pasien yang di sertai dengan gejala hiperkalemia.  

Sedangkan para pasien yang disertai gejala hiperkalemia sebaiknya membatasi konsumsi dari buah: pepaya, apel, alpukat, jeruk, pisang dan berbagai buah lainnya yang menganggung kalium yang tinggi. Sama halnya dengan mengkonsumsi buah, pada sayuran tidak ada pembatasan kecuali pada pasien yang menderita hiperkalemia, berikut jenis sayuran yang sebaiknya di kurangi pada penderita yang juga memiliki riyawat hiperkalemia yaitu: daun pepaya muda, buncis, bayam dan berbagai sayuran lainnya yang tinggi kalium.

 

PT. Autoimun Care Indonesia memberikan fasilitas konsultasi gratis untuk Anda yang memiliki keluhan atau masalah mengenai pengobatan Penyakit Ginjal.

Yuk cek kondisi kalian ke Konsultan Kesehatan kami!

Gratis Konsultasi Seumur Hidup!
WA 0822 1122 6676
Klik tombol dibawah ini untuk memulai Chat!

Leave a comment