Kenali 6 Gejala Awal Diabetes Sejak Usia Muda

gejala diabetes

Diabetes merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak menyerang orang akhir-akhir ini. Diabetes sendiri adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi. Menurut data dari Organisasi Internasional Diabetes Federation, pada tahun 2019 saja, penderita diabetes sudah mencapai 463 juta pasien dengan usia 20-29 tahun dan terus meningkat setiap tahunnya. Salah satu penyebab tingginya penderita diabetes adalah pola makan yang tidak sehat dan dilakukan secara terus menerus. Diabetes yang parah dapat menyebabkan komplikasi diabetes yang berbahaya. Untuk itu Anda harus mengetahui gejala awal diabetes agar Anda dapat segera menyembuhkannya. Berikut ini adalah gejala awal diabetes dan cara mengatasinya.

1. Lebih cepat haus dan lebih sering buang air kecil

Salah satu cara kerja ginjal adalah menyaring gula darah yang kemudian akan diserap kembali oleh tubuh. Apabila kadar gula darah terlalu tinggi, ginjal menjadi kesulitan untuk menyerap semua gula darah. Akibatnya ginjal akan bekerja lebih keras untuk mengeluarkan kelebihan gula darah dan menjadikannya urine atau air kencing. Sayangnya, air kencing ini menjadi lebih kental dan membuat ginjal mengambil lebih banyak cairan tubuh untuk mengencerkannya. Tubuh akan kekurangan banyak cairan dan otak akan mengirimkan sinyal tanda haus. Alhasil Anda akan lebih cepat haus (polidipsia) dan akan lebih sering kencing (poliuria). Haus yang dirasakan oleh orang yang memiliki gejala diabetes akan susah hilang meskipun telah banyak minum air.

2. Lebih cepat lapar (polifagia)

Gejala awal diabetes adalah menurunnya produksi hormon insulin. Padahal hormon ini berfungsi sebagai faktor utama dalam mengubah makanan menjadi glukosa. Dari glukosa inilah, semua sel, jaringan, hingga organ tubuh memiliki energi untuk bekerja. Ketika produksi hormon insulin berkurang, proses perubahan glukosa menjadi energi akan terhambat. Maka dari itu, otak akan terus mengirimkan sinyal lapar agar Anda makan meskipun Anda baru saja makan.

3. Kulit cenderung kering

 

kulit kering
Sumber : Foto oleh Kristina Nor dari Pexels

Selain karena banyak cairan tubuh yang keluar dan menyebabkan kulit cenderung kering, gejala diabetes juga ditandai dengan berkurangnya sensitivitas saraf dan terhambatnya peredaran darah dalam tubuh. Glukosa yang tinggi akan menyebabkan produksi zat sitokin meningkat. Zat inilah yang menyebabkan peradangan di badan kita, misal kulit gatal, kering, hingga pecah-pecah. Dari kulit kering dapat menjadi semakin parah dengan kulit yang menghitam akibat terlalu banyaknya produksi pigmen. Ketika tanda ini muncul, Anda harus waspada, ya.

4. Memiliki luka yang susah sembuh

Kadar gula darah yang terlalu tinggi menyebabkan pembuluh darah arteri menyempit. Sehingga sirkulasi darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh tidak lancar. Padahal oksigen sangat dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan dan saraf kulit yang rusak. Alhasil, penyembuhan luka terbuka, memar, infeksi, hingga bekas gigitan serangga menjadi lebih lambat. Belum lagi ditambah dengan sistem daya tahan tubuh yang melemah sehingga luka kecil pun dapat menjadi infeksi yang susah kering atau sembuh.

5. Pandangan buram meski masih muda

Kadar glukosa dalam tubuh yang terlalu tinggi akan menyebabkan kerusakan saraf pada mata. Bahkan gejala yang lebih parah dapat memicu terjadinya perdarahan di pembuluh darah mata. Sehingga fungsi mata menurun yang ditandai dengan penglihatan keruh, kabur, dan buram bahkan sejak usia muda. Pada tingkat yang lebih parah, mata dapat terserang penyakit seperti katarak, glaukoma, hingga kebutaan. Jadi, apabila Anda mengalami keluhan penglihatan sejak muda, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter.

6. Infeksi berbagai macam jamur di beberapa titik

Glukosa darah yang tinggi juga membuat sistem daya tahan tubuh lemah dalam merespon bakteri dan jamur penyebab penyakit. Salah satunya adalah jamur candida yang sering muncul pada vagina perempuan. Apabila Anda mengalami keputihan, nyeri, dan gatal di sekitar vagina, bisa jadi Anda memiliki gula darah yang tinggi. Gula darah tinggi tersebut membuat kuman penyebab penyakit lebih cepat berkembang biak dan menyebar.

Titik lain yang rentan terhadap bakteri adalah gusi dan mulut. Sehingga terkadang pemilik gula darah yang tinggi juga menyebabkan penyakit gusi berdarah. Apalagi jika intensitas dan durasinya terlalu lama untuk sembuh.

Penjelasan di atas adalah beberapa gejala awal diabetes yang harus Anda cermati kemudian Anda hindari secepat mungkin. Lebih baik lagi jika Anda memiliki jadwal rutin untuk mengecek kadar gula darah dalam tubuh Anda. Diabetes atau kencing manis dan penyakit gula darah lainnya harus dicegah mulai dari sekarang. Jika sudah terlanjur memiliki penyakit ini, alternatif pengobatan yang patut Anda coba untuk mengatasi masalah gula darah, termasuk diabetes adalah obat herbal. Dengan kandungan bahan alami seperti daun insulin, pegagan, dan mahkota dewa, Anda dapat menurunkan kadar gula darah. Gluko Care menjadi salah satu obat herbal bagi penderita diabetes yang aman dikonsumsi dalam jangka panjang. Dapatkan produknya di sini.

Related Posts

Leave a comment