6 Gejala Awal Virus Corona yang Pernah Terdeteksi

gejala awal tipes

Virus Corona masih menjadi pandemi yang ditakuti dan saat ini sudah merenggut nyawa banyak orang. Di Indonesia sendiri, tercatat sudah mencapai angka 1,4 juta orang yang positif terinfeksi virus corona. Sebelum dinyatakan positif terinfeksi virus corona, orang-orang biasanya menunjukkan beberapa gejala yang berbeda-beda. Mulai dari gejala ringan seperti batuk ringan, hingga gejala berat seperti demam tinggi. Gejala ini akan muncul 2-14 hari sejak terpapar virus corona. Sejak awal ditetapkannya masa pandemi hingga sekarang, telah banyak ditemukan gejala awal yang sangat beragam dari berbagai pasien COVID-19 di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa gejala yang pernah terdeteksi sebagai gejala awal virus corona.

1. Batuk tidak berdahak

Apabila Anda batuk kering selama 1 jam lebih dan memiliki frekuensi lebih dari 3 kali dalam sehari, maka Anda harus waspada. Biasanya efek dari batuk kering ini adalah tenggorokan yang sakit. Gejala paling awal ini akan dirasakan setelah 11 hingga 12 hari, atau pada minggu pertama setelah terpapar virus corona. Jadi, pastikan Anda menandai 11 hari sebelum dirasakannya gejala ini lalu mengingat kembali siapa saja yang kontak dengan Anda.

2. Demam atau kedinginan

Kemudian, gejala selanjutnya adalah demam tinggi hingga mencapai suhu 38-39 derajat celcius selama beberapa hari. Demam tinggi tidak hanya dirasakan dari dalam, namun ketika Anda menyentuh dada atau punggung juga akan terasa panas. Atau sebaliknya, Anda merasakan kedinginan yang berlebih padahal sedang berada di suhu ruangan. Biasanya demam ini akan dilanjutkan dengan nyeri pada beberapa otot dan sendi untuk beberapa saat.

3. Sesak nafas

Karena virus ini menyerang sistem pernafasan, Anda akan mengalami gangguan pernafasan sebagai gejala awalnya. Napas menjadi pendek dan sering mengambil nafas. Bahkan beberapa orang merasa susah sekali mengambil napas.

4. Kehilangan indra penciuman dan perasa

indra perasa
Sumber : Foto oleh Joao Marcelo Stark dari Pexels

Gejala ini biasa disebut dengan anosmia dan dilaporkan sudah lebih dari 60% penderita COVID-19 merasakan gejala ini dan rata-rata merasakannya selama kurang lebih 4 minggu. Hal yang perlu diperhatikan adalah kehilangan indra penciuman dan perasa bisa menjadi penyebab hilangnya nafsu makan. Jadi, apabila Anda mengalami anosmia, usahakan untuk tetap makan agar tubuh mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan mampu menyerang virus yang masuk.

5. Delirium

Delirium biasanya menyerang pada pasien COVID-19 yang sudah lanjut usia. Mereka akan merasakan perubahan mental yang mengganggu. Beberapa tandanya adalah susah berkonsentrasi, siklus tidur yang berubah, kesulitan untuk mengingat, dan sebagainya. Meskipun gejala ini tidak umum, namun Anda tetap harus berhati-hati dan menyadari perubahan tersebut pada diri Anda.

6. Masalah pencernaan

diare
Sumber : Foto oleh Sora Shimazaki dari Pexels

Gangguan pencernaan yang muncul sebagai gejala awal terinfeksi virus corona memang tidak umum tapi harus diwaspadai. Tanda masalah pencernaan yang dilaporkan muncul beberapa kali adalah mual, muntah, hingga diare. Mungkin terlihat sepele, namun jika tidak segera ditangani tubuh akan kehilangan banyak cairan yang sangat dibutuhkan untuk mengedarkan sel darah putih sebagai penyerang virus jahat dalam tubuh.

Jika Anda merasakan beberapa gejala awal terinfeksi virus corona di atas secara bersamaan, ada baiknya Anda melakukan PCR, Rapid Test Antigen, dan/atau Rapid Test Antibodi. Terutama apabila Anda baru saja memiliki kontak dengan orang yang terduga terinfeksi virus corona dan/atau baru saja melakukan perjalanan dari daerah yang memiliki angka positif COVID-19 yang tinggi. Sangat dianjurkan bagi Anda untuk isolasi mandiri guna melihat apakah Anda mengalami gejala-gejala di atas. Bagi Anda yang tinggal dengan keluarga, perlu juga memperingatkan anggota keluarga lain untuk tetap jaga jarak dan memakai masker meski ada di dalam rumah. Bahkan jika perlu, ajak mereka untuk test rapid sebagai bentuk pencegahan.

Untuk membantu memelihara daya tahan tubuh Anda selama isolasi mandiri atau selama bepergian jauh, Anda harus mencoba suplemen herbal penguat sistem imun Morice Care milik PT. Autoimun Care Indonesia. Kandungan ekstrak daun kelor dan tanaman sarang semutnya akan membantu memelihara daya tahan tubuh Anda. Dengan begitu, meskipun Anda mengalami gejala awal yang disebutkan diatas, tubuh Anda mampu menyerang virus yang terlanjur masuk, termasuk virus corona. Sehingga proses penyembuhan tidak akan memakan waktu lama.

Related Posts

Leave a comment