Gangguan Pada Hati Hingga Komplikasi Penyakit Hepatitis

gangguan pada hati

Gangguan Pada Hati Hingga Komplikasi Penyakit Hepatitis | Penyakit hepatitis merupakan salah satu jenis penyakit peradangan yang terjadi di hati atau liver. Peradangan ini diakibatkan karena adanya racun atau toksin yang ada pada liver. Dan penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tidak terkecuali oleh mereka dengan sistem daya tahan tubuh yang baik sekalipun.

Baca juga: Akibat Penyakit Hepatitis B Bisa Menyebabkan Penyakit Hati Kronis

Penyakit hepatitis bisa berdampak menjadi fatal jika tidak mendapatkan penanganan dengan segera. Penyakit hepatitis yang dialami kurang dari 6 bulan disebut dengan penyakit hepatitis akut. Sedangkan untuk yang lebih dari 6 bulan disebut dengan penyakit hepatitis kronis.

Hepatitis Sebagai Komplikasi Dari Penyakit Lain 

Beberapa penyakit yang menyebabkan gangguan hati seperti hiperplipidemia atau terjadinya kelebihan kadar lemak di dalam darah seseorang , diabetes mellitus (penyakit gula )dan obesitas atau kegemukan.  Penyakit-penyakit ini dapat memberikan beban besar terhadap kinerja hati dalam melakukan proses metabolisme lemak.

Selanjutnya dari situ terjadi masalah gangguan pada hati seperti kebocoran sel hati, yang jika tidak di tangani segera, akan berlanjut pada kerusakan dan peradangan hati yang menjadi penyebab utama gangguan pada liver.  Hal tersebut sangat erat kaitannya dengan pola hidup dan pola makan yang menjadi penentu besar seseorang dapat terserang hepatitis atau tidak. Penangannan secara dini dan serius menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kerusakan pada fungsi organ hati.

Komplikasi Hepatitis A

Risiko Mengalami Kolestasis

Kolestasis biasanya terjadi pada pengidap hepatitis A yang berusia lebih tua. Kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Komplikasi ini terjadi ketika cairan empedu menumpuk di dalam hati. Gejala-gejalanya meliputi penurunan berat badan, demam, sakit kuning yang tidak kunjung sembuh, dan diare.

Risiko Kambuhnya Infeksi

Infeksi hepatitis A terkadang dapat datang kembali. Kambuhnya hepatitis A bisa terjadi lebih dari satu kali setelah infeksi pertama.

Risiko Mengalami Gagal Hati

Komplikasi ini terjadi ketika fungsi hati menurun drastis. Gagal hati dapat menyebabkan pengidapnya mengalami muntah-muntah parah, rentan pendarahan, mudah mengantuk, penurunan konsentrasi dan daya ingat, serta gangguan konsentrasi. Jika tidak segera diobati, gagal hati bisa menyebabkan kematian.

Komplikasi Hepatitis B

Hepatitis B Fulminan

Hepatitis B fulminan terjadi saat sistem kekebalan tubuh menjadi keliru dan mulai menyerang hati hingga menyebabkan kerusakan yang parah. Beberapa gejala yang mengindikasikan kondisi tersebut adalah penderita menjadi linglung atau bingung, perut membengkak, dan sakit kuning. Penyakit ini bisa menyebabkan hati berhenti berfungsi dan seringkali berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Kanker Hati

Hepatitis B kronis bisa berkembang menjadi kanker hati jika tidak ditangani dengan baik. Gejala pada komplikasi ini di antaranya adalah mual, muntah, sakit perut, penurunan berat badan, serta sakit kuning (kulit dan bagian putih mata yang menguning). Operasi mungkin akan dilakukan untuk membuang bagian hati yang terserang kanker.

Sirosis

Sirosis adalah pembentukan jaringan parut pada hati. Jaringan parut adalah jaringan yang terbentuk setelah sel-sel hati yang awalnya normal, mengalami luka atau radang yang berkelanjutan. Gejala sirosis biasanya tidak terdeteksi dan sering tidak disadari penderitanya sampai terjadi kerusakan yang parah pada hati.

Sirosis yang parah dapat memicu gejala-gejala seperti turunnya berat badan, mual, gampang lelah, gatal-gatal pada kulit dan pembengkakan pada perut serta pergelangan kaki.  Perkembangan komplikasi ini dapat dihambat dengan langkah pengobatan tertentu, misalnya dengan obat antivirus. Tetapi ada sebagian penderita yang terpaksa menjalani transplantasi hati karena kondisinya sudah sangat parah.

Komplikasi Hepatitis C

Infeksi hepatitis C yang terus berlangsung selama bertahun-tahun dan tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan hati yang berakibat fatal. Komplikasi-komplikasi tersebut meliputi sirosis, kanker hati, serta gagal hati.

Jaringan parut pada hati atau sirosis merupakan komplikasi yang berkembang dalam waktu 20 tahun setelah pertama terinfeksi. Konsumsi minuman keras dan mengidap diabetes tipe 2 serta infeksi hepatitis lain juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita sirosis.

Gejala-gejala sirosis meliputi kelelahan, mual, tidak nasfu makan, perut bagian atas kanan (lokasi organ hati) terasa nyeri, sakit kuning, serta gatal-gatal yang hebat.  Sirosis yang parah dapat menyebabkan gagal hati dan kanker hati.

Gejala yang mengindikasikan gagal hati meliputi urine berwarna gelap, tinja yang cair dan berwarna pucat, rambut rontok, sering mengalami mimisan dan gusi berdarah, serta muntah darah. Sementara kanker hati memiliki gejala seperti mual, muntah, sakit kuning, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Sirosis dan gagal hati hanya bisa disembuhkan dengan prosedur transplantasi hati. Penanganan dengan obat-obatan hanya bertujuan untuk mengurangi gejala dan mencegah sirosis bertambah parah.  Sementara kanker hati pada umumnya sulit disembuhkan. Penanganan dengan kemoterapi digunakan untuk memperlambat penyebaran kanker.

PT. Autoimun Care Indonesia memberikan fasilitas konsultasi gratis untuk Anda yang memiliki keluhan Penyakit Liver dan masalah mengenai obat herbal liver

Yuk cek kondisi kalian ke Konsultan Kesehatan kami!

Gratis Konsultasi Seumur Hidup!
WA 0822 1122 6676
Klik tombol dibawah ini untuk memulai Chat!

Related Posts

Leave a comment