Apa Penyebab Penyakit Paru Paru Basah?

Apa-Penyebab-Penyakit-Paru-Paru-Basah

Paru-paru basah memiliki istilah lain yang sudah lebih dikenal, yakni pneumonia di mana pada kondisi ini, kantong-kantong udara pada satu atau kedua paru-paru mengalami inflamasi yang dipicu oleh infeksi. Kumpulan kantong-kantong udara kecil pada penderita pneumonia yang ada pada ujung saluran pernapasan di dalam organ paru-paru bakal berisi cairan dan akhirnya membesar. Penting untuk diwaspadai akan penyakit paru-paru basah ini karena kondisi ini termasuk di dalam penyebab kematian anak paling tinggi di seluruh dunia. Paru-paru basah atau pneumonia yang tak ditangani dengan cepat dan tepat maka bahaya paru-paru basah yang lebih serius dapat terjadi. Berikut penyebab paru paru basah :

Penyebab Penyakit Paru Paru Basah 

Virus pernapasan menyebabkan hingga sepertiga dari seluruh kasus pneumonia. Virus ini merupakan penyebab paru paru basah yang umum menyerang anak-anak di bawah 5 tahun. Sebagian besar kasus berupa radang paru-paru ringan yang dapat membaik sekitar 1 sampai 3 minggu tanpa pengobatan. Beberapa kasus bisa terjadi lebih serius dan mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit.

Jika seseorang mengalami paru-paru basah yang disebabkan oleh virus, maka ia juga berisiko mendapatkan pneumonia bakteri. Virus flu adalah virus penyebab paru paru basah paling umum pada orang dewasa. Virus lain yang menyebabkan pneumonia termasuk virus pernapasan syncytial, rhinovirus, virus herpes simpleks, sindrom pernafasan akut parah (SARS), flu burung dan banyak lagi. 

Jamur

Ada tiga jenis jamur tanah yang dapat menyebabkan paru paru basah, jamur ini adalah:  

– Histoplasmosis.  

– Cryptococcus.  

– Coccidioidomycosis.  

Infeksi jamur serius paling umum terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat penggunaan jangka panjang obat-obatan untuk menekan sistem kekebalan tubuh, misalnya obat setroid atau pada mereka yang memiliki HIV / AIDS. Pneumocystis jiroveci, sebelumnya disebut Pneumocystis carinii, terkadang dianggap sebagai pneumonia jamur. Namun, itu tidak mempan diobati dengan obat-obatan antijamur biasa. Ini merupakan infeksi paru-paru basah yang paling umum terjadi pada:  

– Menggunakan obat-obatan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.  

– HIV / AIDS atau kanker.  

– Telah menjalani transplantasi organ dan / atau darah dan sumsum tulang. 

Bakteri

Bakteri adalah penyebab paru paru basah paling umum pada orang dewasa. Beberapa orang, terutama orang tua sering mengalami pneumonia bakteri setelah terserang flu atau bahkan flu biasa. Banyak jenis bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia. Pneumonia bakteri dapat terjadi sendiri atau berkembang secara skunder setelah seseorang terserang pilek atau flu.

Jenis pneumonia seperti ini sering mempengaruhi satu lobus, atau wilayah di paru-paru. Ketika ini terjadi, kondisi ini disebut pneumonia lobar. Bakteri tersering yang menyebabkan pneumonia jenis ini adalah Streptococcus pneumoniae, atau pneumokokus. Tipe lain dari pneumonia bakteri disebut pneumonia atipikal. Penyebab pneumonia atipikal termasuk:  

– Mycoplasma pneumonia  

Ini adalah jenis umum dari pneumonia yang biasanya mempengaruhi orang-orang muda di bawah 40 tahun. Orang-orang yang tinggal atau bekerja di tempat-tempat ramai seperti sekolah, tempat penampungan tunawisma, dan penjara berada pada risiko tinggi untuk terserang pneumonia jenis ini. Gejalanya biasanya ringan dan merespon dengan baik terhadap pengobatan dengan antibiotik. Namun, Mycoplasma pneumonia bisa sangat serius ketika sampai menyebabkan ruam kulit dan hemolisis (kerusakan sel darah merah).  

– Chlamydophila pneumoniae  

Jenis pneumonia yang dapat terjadi sepanjang tahun dan sering ringan. Infeksi ini paling umum pada orang berusia 65 sampai 79 tahun.  

– Legionella pneumophila  

Terkadang disebut juga sebagai penyakit Legionnaire, dan telah menyebabkan wabah yang serius. Wabah telah dikaitkan dengan paparan udara dingin dan spa.  

Ciri Ciri Penyakit Paru Paru Basah  

Orang yang mengalami penyakit paru-paru basah ini biasanya akan mengalami beberapa gejala khusus. Gejala atau ciri-ciri ini harus diketahui sejak awal, supaya nantinya bisa segera mendapatkan penanganan medis dan mencegah penyakit berkembang menjadi lebih parah. Ciri yang paling umum terjadi adalah seseorang akan mengalami demam dan juga batuk berdahak. Namun batuk berdahak tersebut biasanya hanya diawali dari batuk kering.

Mata berair, dada terasa sakit dan juga terasa sakit di beberapa bagian tubuh lain termasuk tenggorokan. Bahkan penderita pun biasanya akan mengalami sakit kepala ringan. Ciri ciri paru paru basah yang lain biasanya ditunjukkan dengan berkurangnya napsu makan yang diikuti dengan berat badan yang semakin lama semakin menurun. Hal ini juga akan membuat seorang penderita paru-paru basah atau pneumonia ini akan merasa malas dan juga mudah lelah.

Gejala lain yang juga biasa dialami oleh penderita adalah keringat dingin yang sering muncul pada telapak tangan dan kaki. Bahkan pada beberapa kasus yang pernah terjadi, seorang penderita paru-paru basah juga bisa mengalami perubahan warna kulit. 

Pencegahan Penyakit Paru Paru Basah  

Penyakit paru-paru basah tentu saja bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat dan bersih. Tindakan pencegahan ini juga bisa dilakukan dengan mudah dengan beberapa cara berikut ini:  

– Makan makanan yang sehat dan kaya nutrisi dengan mengonsumsi buah serta sayuran hijau serta mengurangi konsumsi makanan berlemak.  

– Vaksinasi PVC dan influenza.  

– Jangan biasakan tidur dengan menggunakan kipas angin, karena kebiasaan ini memicu terjadinya infeksi pada gelembung paru-paru.  

– Menutup mulut dan hidung menggunakan lengan bagian dalam atau tisu untuk menampung kuman agar perpindahan kumannya akan relatif lebih sedikit.  

– Hindari merokok karena kebiasaan ini bisa menyebabkan bagian paru-paru menjadi lebih rentan jika terkena infeksi dari virus atau bakteri. Cara terbaik yang dilakukan adalah dengan berhenti merokok. Jika anda mengalami kesulitan untuk menghentikan kebiasaan merokok maka anda bisa bergabung dengan beberapa komunitas seperti Komunitas Anti Rokok Indonesia (KARI) serta Klub Jantung Remaja (KJR).  

– Rutin mencuci tangan sebelum dan sesudah makan guna menghindari perpindahan kuman, virus, dan bakteri yang bisa menyebabkan paru-paru basah.  

– Tidak mengonsumsi alkohol. Orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol memiliki kesempatan lima kali lebih besar mengalami paru-paru basah dan infeksinya apalagi jika kebiasaan minum ini sudah dilakukan dalam jangka panjang.  

– Olahraga secara teratur dan istirahat yang cukup.  

PT. Autoimun Care Indonesia memberikan fasilitas konsultasi gratis untuk Anda yang memiliki keluhan penyakit dan masalah mengenai Penyakit Paru-Paru Basah.

Yuk cek kondisi kalian ke Konsultan Kesehatan kami!

Gratis Konsultasi Seumur Hidup!
WA 0822 1122 6676
Klik tombol dibawah ini untuk memulai Chat!

Related Posts

Leave a comment